Senin, 28 Mei 2012

ILMU BUDAYA DASAR

" TUGAS ILMU BUDAYA DASAR "


I.  Manusia dan Kebudayaan
Sebelum kita berbicara tentang wujud kebudayaan, kita ketahui terlebih dahulu apa arti dari kebudayaan itu sendiri. 
Pengertian kebudayaan
Kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat
Wujud Kebudayaan
Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga berdasarkan wujud dimensinya : gagasan, aktivitas, dan artefak.
Gagasan (Wujud ideal)
Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak di alam pemikiran warga masyarakat. Yaitu jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.
Aktivitas (tindakan)
Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan yang berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial sendiri terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat istiadat dan tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan di dokumentasikan.
Artefak (karya)
Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Dan sifatnya pun paling konkret di antara ketiga wujud kebudayaan. Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.
Selain memiliki wujud, kebudayaan juga memiliki komponen. Dan komponen itu sendiri berdasarkan wujudnya tersebut, menurut ahli antropologi Cateora ,komponen tersebut terbagi menjadi enam yaitu :
Kebudayaan material
Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata, dan seterusnya. Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin cuci.
Kebudayaan nonmaterial
Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional.
Lembaga sosial
Lembaga sosial dan pendidikan memberikan peran yang banyak dalam kontek berhubungan dan berkomunikasi di alam masyarakat. Sistem sosial yang terbantuk dalam suatu Negara akan menjadi dasar dan konsep yang berlaku pada tatanan sosial masyarakat. Contoh di Indonesia pada kota dan desa dibeberapa wilayah, wanita tidak perlu sekolah yang tinggi apalagi bekerja pada satu instansi atau perusahaan. Tetapi di kota – kota besar hal tersebut terbalik, wajar seorang wanita memilik karier
Sistem kepercayaan
Bagaimana masyarakat mengembangkan dan membangun system kepercayaan atau keyakinan terhadap sesuatu, hal ini akan mempengaruhi system penilaian yang ada dalam masyarakat. Sistem keyakinan ini akan mempengaruhi dalam kebiasaan, bagaimana memandang hidup dan kehidupan, cara mereka berkonsumsi, sampai dengan cara bagaimana berkomunikasi.
Estetika
Berhubungan dengan seni dan kesenian, music, cerita, dongeng, hikayat, drama dan tari –tarian, yang berlaku dan berkembang dalam masyarakat. Seperti di Indonesia setiap masyarakatnya memiliki nilai estetika sendiri. Nilai estetika ini perlu dipahami dalam segala peran, agar pesan yang akan kita sampaikan dapat mencapai tujuan dan efektif. Misalkan di beberapa wilayah dan bersifat kedaerah, setiap akan membangu bagunan jenis apa saj harus meletakan janur kuning dan buah – buahan, sebagai symbol yang arti disetiap derah berbeda. Tetapi di kota besar seperti Jakarta jarang mungkin tidak terlihat masyarakatnya menggunakan cara tersebut.


Bahasa
Bahasa merupakan alat pengatar dalam berkomunikasi, bahasa untuk setiap walayah, bagian dan Negara memiliki perbedaan yang sangat komplek. Dalam ilmu komunikasi bahasa merupakan komponen komunikasi yang sulit dipahami. Bahasa memiliki sidat unik dan komplek, yang hanya dapat dimengerti oleh pengguna bahasa tersebu. Jadi keunikan dan kekomplekan bahasa ini harus dipelajari dan dipahami agar komunikasi lebih baik dan efektif dengan memperoleh nilai empati dan simpati dari orang lain.
Sumber  :
1.  Barzilai, Gad. 2003. Communities and Law: Politics and Cultures of Legal Identities.   University of Michigan Press.
2. Boritt, Gabor S. 1994. Lincoln and the Economics of the American Dream. University of Illinois Press. ISBN 978-0-252-06445-6.
3. Bourdieu, Pierre. 1977. Outline of a Theory of Practice. Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-29164-4
II.  Manusia dan Kesusastraan
1.  Pengertian Prosa
Prosa adalah suatu jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi karena variasi ritme (rhythm) yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya. Kata prosa berasal dari bahasa Latin "prosa" yang artinya "terus terang". Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Karenanya, prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya.prosa juga dibagi dalam dua bagian,yaitu prosa lama dan prosa baru,prosa lama adalah prosa bahasa indonesia yang belum terpengaruhi budaya barat,dan prosa baru ialah prosa yang dikarang bebas tanpa aturan apa pun.
2.  Jenis-Jenis Prosa
Prosa biasanya dibagi menjadi empat jenis:
Prosa naratif                          
Prosa deskriptif
Prosa eksposisi
Prosa argumentatif



3.  Komponen Prosa Lama
a. Dongeng  : suatu kisah yang diangkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata, menjadi suatu alur perjalanan hidup dengan pesan moral yang mengandung makna hidup dan cara berinteraksi dengan makhluk lainnya.
b.Hikayat  :  salah satu bentuk sastra karya prosa lama yang isinya berupa cerita, kisah, dongeng maupun sejarah. Umumnya mengisahkan tentang kephalawanan seseorang, lengkap dengan keanehan, kekuatan/ kesaktian, dan mukjizat sang tokoh utama
c. Sejarah  : suatu karangan prosa yang di buat berdasarkan  kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau atau asal-usul (keturunan) silsilah, terutama bagi raja-raja yang memerintah.
d. Epos  : suatu karangan prosa yang di buat berdasarkan kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau atau asal-usul (keturunan) silsilah, terutama bagi raja-raja yang memerintah
e. Cerita pelipur lara  : Cerita pelipur lara adalah prosa lama yang mengisah kan tentang kehebatan seorang kesatria yang fantas tik. Biasanya digambarkan bahwa kesatrai itu selalu tampil gagah berani dan tampan, di temani oleh pu tri-putri cantik dan baik hati
4. Komponen prosa baru :
a. Cerpen  : bentuk prosa baru yang menceritakam sebagian kecil dari kehidupan pelakunya yang terpenting dan paling menarik.
b. Novel  : bentuk prosa baru yang melukiskan sebagian kehidupan pelaku utamanya yang    terpenting, paling menarik, dan yang mengandung konflik. Konflik atau pergulatan jiwa tersebut mengakibatkan perobahan nasib pelaku.
c. Biografi  : suatu karangan prosa yang berisi pengalaman-pengalaman hidup pengarang sendiri (otobiografi) atau bisa juga pengalaman hidup orang lain sejak kecil hingga dewasa atau bahkan sampai meninggal dunia.
d. Kisah  : suatu karangan prosa yang berisi tentang kejadian di masa lalu yang pernah terjadi atau di lakukan
e. Otobiografi  : Biografi adalah suatu kisah atau keterangan tentang kehidupan seseorang yang bersumber pada subjek rekaan (non-fiction / kisah nyata).

SUMBER :  http://id.wikipedia.org/wiki/Prosa,   http://nuri.staff.gunadarma.ac.id/Downloads,
               


III.  Manusia dan Cintai Kasih
1. Pengertian
Cinta kasih adalah suatu perasaan suka atau sayang kepada seseorang yang di sertai dengan menaruh belas kasihan.
2. Unsur-unsur Cinta Kasih
Menurut Dr. Sarlito W. Sarwono unsur cinta kasih terbagi menjadi tiga yaitu :
a. Keterkaitan : adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia.
b. Keintiman    : adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi.
c.  Kemesraan : adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapan rasa sayang, dan seterusnya
Unsur-unsur cinta kasih dalam bentuk gambar :
 

3. Tingkatan –tingkatan dalam cinta
Menurut ajaran islam tingkatan cinta terbagi menjadi tiga,yaitu :
a. Cinta tingkat tertinggi  : cinta kepada Allah
b. Cinta tingkat menengah  :  cinta kepada orang tua,anak,saudara,istri/suami dan kerabat.
c. Cinta tingkat rendah : cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat,harta dan tempat tinggal

IV. MANUSIA DAN KEADILAN
keadilan adalah suatu hak yang dimiliki setiap manusia dalam kehidupannya. keadilan sangat diperlukan dalam kehidupan karena dengan adanya keadilan orang tidak akan menghukum kita sewenang-wenang, apalagi kita hidup dikehidupan yang keras. keadilan bisa diartikan juga sebagai kelayakan yang didapat oleh setiap manusia didalam kehidupan. kelayakan tersebutlah yang bisa membantu kita agar tidak terjebak dalam tindakan yang sewenang-wenang. Keadilan sangat bermakna dalam kehidupan kita,karena dengan tidak adanya keadilan pasti kita diperlakukan semena-mena oleh orang lain. walaupun kita hidup dinegara hukum kenyataannya banyak keadilan yang belum bisa didapat setiap manusia. contohnya kasus yang berhubungan dengan keadilan yaitu,dengan pejabat-pejabat tinggi kita. mereka udah hidup enak tapi masih ada aja yang menggrogoti uang rakyat,sedangkan itu banyak warga yang masih tidak mampu untuk memenuhi kehidupannya. seharusnya mereka memikirkan nasib warga miskin tersebut yang ingin sekali mendapatkan hidup yang layak dari keadilan. tapi apa mereka hanya bisa terbengong melihat sang pejabat menikmati hidup enaknya. Intinya jika tidak ada keadilan kita tidak bisa hidup layak dan sejahtera. karena hidup itu bagaikan air dan api,yang dapat diartikan kadang kita mendapatkan cobaan dan kadang kita mendapatkan kebahagiaan. hidup itu keras jangan sekali-kali meremehkan kehidupan dan cobalah hidup mandiri untuk menjaga dari tindakan yang tidak adil.

V. MANUSIA DAN HARAPAN
setiap manusia pasti mempunyai suatu harapan untuk hidup lebih baik dari apa yang ada. atau setiap manusia pasti mempunyai keinginan yang belum tercapai dan itu menjadi harapan yang akan datang. jadi harapan adalah suatu keinginan yang tertunda dan menjadi harapan yang kemudian direncanakan agar harapan tersebut menjadi kenyataan. atau dalam arti luas adalah suatu rencana hidup yang sudah dipikirkan secara matang-matang untuk diwujudkan diwaktu yang akan datang. kadang-kadang kita susah untuk membedakan apa sih bedanya harapan dan cita-cita,secara logika keduanya tidak ada bedanya. tapi menurut pandangan saya keduanya ada bedanya kok,yaitu jika harapan tidak selalu berhubungan dengan profesi kita diwaktu yang akan datang sedangkan cita-cita sangat berhubungan dengan profesi kita diwaktu yang akan datang. tapi keduanya sama-sama suatu rencana hidup yang direncanakan untuk diwaktu yang akan datang. contoh dari harapan saya ingin sekali memberangkatkan orang tua saya ke tanah suci mekah,nah itu kan tidak terlalu berhubungan dengan profesi. tetapi jika cita-cita,contohnya yaitu cita-cita saya ingin menjadi pilot nah dapat sangat dibuktikan bahwa cita-cita sangat berhubungan dengan profesi. 99% jika manusia membicarakan tentang profesi dimasa-masa belum kerja pasti mereka mengucapkan kata-kata cita-cita. intinya cita-cita dan harapan sangat sulit dibedakan dan keduanya sama-sama berhubungan dengan rencana hidup yang sudah direncanakan untuk di waktu yang akan datang.

VI.  MANUSIA DAN KEGELISAHAN
setiap manusia pasti mempunyai masalah dalam kehidupannya,karena manusia itu tak luput dari permasalahan dalam kehidupannya. dan tentu saja semua masalah dapat diselesaikan dengan cara mencari jalan keluarnya. jadi kegelisahan adalah suatu rasa yang dapat dirasakan jika sedang mendapatkan masalah dalam kehidupan yang belum terselesaikan secara tuntas dan baik. tapi menurut agama kegelisahan dapat timbul karena manusia tidak mendekatkan diri kepada tuhan sebagai kepercayaan setiap manusia. memang sih pendapat orang berbeda-beda,tapi intinya dekatkanlah diri kepada tuhan agar hidup kita tenang dan dijauhkan dari kegelisahan. contoh seperti kita sedang menjalankan suatu ujian kalo kita belum menyelesaikan ujian tersebut maka diri kita masih merasakan kegelisahan bukan. itu sangat wajar jika kita sebagai makhluk tuhan,karena jika sudah selesai melakukan ujian maka orang tersebut akan lebih tenang dirinya. tapi tidak bisa menjadi suatu alasan jika sudah melewati ujian diri kita menjadi tenang,karena kita tidak tahu takdir yang akan datang seperti apa. nah jika kita sudah berusaha maka biasakan diri untuk mendekatkan diri kepada tuhan agar diberi kemudahan dan dijauhkan dari rasa kegelisahan. maka dari itu mulai saat ini jauhkan pikiran negatif kita kepada kehidupan karena itu bisa menjadi kegelisahan yang sangat mendalam. jadi berpikirlah positif saja agar semua dapat berjalan dengan lancar.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar